28 Agustus, 2011

Fantasia 2000

Berapa banyak anak2 seumuran gue (rataan 22 tahun dengan sebaran 2 tahun) yang masih ingat dengan film animasi Fantasia 2000?


Klo ada yang lupa ato belum tau, coba liat tautan dibawah ini.
http://en.wikipedia.org/wiki/Fantasia_2000

Kemaren gue beli VCDnya yang lagi obral di Gramedia Merdeka (bantu promosi :D) dan tertarik dengan sambutan yang dibawakan oleh Roy Disney (ponakan Walt Disney).

It was over 60 years ago that I first heard my uncle, Walt Disney, talk about his vision for a concert film.
It was to be unlike anything in a world that ever seen. Breaking new ground and animation, sound and technology.

At the suggestion of conductor Leopold Stokovsky it was called Fantasia. And it would be a crowning achievement for Walt's carrier.

The story of animation is in many ways is a story of dynamic relationship between art and technology. The result is a dramatic and constantly growing creative legacy. Fantasia remains an important piece of that legacy. Walt's original concept was for to be a continually showpiece of a wondrous animation.

60 years later, Fantasia 2000 is the realization his visionary dream.
Now, on behalf of the whole family of Disney animators, past and present, we are proud to present Fantasia 2000.

(Roy Disney)


Waktu dia mulai ngoceh2 membuka concert film Fantasia 2000 ini gue biasa aja, karena yang ada di kepala gue cuma pengen cepet2 nonton daripada denger dia ngoceh. Tapi setelah beres nonton, tiba2 gue menemukan pola dan semangat yang seharusnya dimiliki oleh sebuah bangsa (hehe..loncatnya jauh ya, gpplah ya, namanya juga 'terlintas').
Coba perhatikan sambutan Roy Disney yang gue kutip diatas (dan yang udah gue bagi jadi 4 bagian).


Bagian 1.
Roy Disney menceritakan tentang visi yang dilontarkan oleh Walt Disney, 60 tahun yang lalu, mengenai sebuah concert film. Lebih lanjut Roy Disney mendeskripsikan secara umum, seperti apakah concert film yang didambakan oleh seorang Walt Disney pada saat itu. 60 tahun yang lalu (71 tahun jika dihitung dari sekarang) Walt Disney berimajinasi. Bukanlah suatu hal yang baru mendengar kata 'Disney' dan 'imajinasi' digabung dalam suatu konteks. Tapi bagi Walt Disney, concert film (baca : Fantasia) adalah suatu proyek yang ambisius.

66 tahun yang lalu Indonesia meraih kemerdekaan dan memproklamirkannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada tanggal 18 Agustus 1945, terciptalah Undang-undang Dasar 1945 (UUD 1945). Itulah VISI bangsa INDONESIA!
66 tahun dari saat itu, apakah kita masih menghayati dan berjuang mencapai visi tersebut, seperti yang dilakukan Roy Disney dkk bahkan setelah Walt Disney meninggal?

Bagian 2.
Pada kesempatan yang sama, Roy Disney menyebutkan nama Leopold Stokovsky sebagai konduktor yang turut memberikan masukan dalam lahirnya Fantasia 2000. Pasti ada begitu banyak nama yang turut berkontribusi dalam karya ini (bisa dilihat dari panjangnya daftar nama di akhir film). Mungkin sebagai penerus kerajaan Walt Disney, Roy Disney memiliki peran dan pengaruh yang besar. Namun Fantasia 2000 tidak mungkin dikerjakan oleh Roy Disney seorang.

Begitu pun halnya dengan bangsa ini. Butuh banyak otak, tenaga dan dukungan2 lainnya untuk menggerakkan negara ini. Bung Karno adalah presiden RI yang pertama. Beliau dan Bung Hatta boleh saja disebut sebagai proklamator. Saat ini ada begitu banyak orang2 cerdas dan 'cerdas' di pemerintahan. Tapi menggerakkan sebuah negara, butuh dukungan dari setiap individu yang berpijak di tanah Indonesia dan WNI yang ada di seluruh penjuru dunia.

Bagian 3.
Roy Disney kemudian menjelaskan tentang inti dari sebuah animasi. Sesuatu yang dianggap 'mainan anak kecil' bagi sebagian orang yang merasa diri 'dewasa'. Dalam hal ini, Fantasia dianggap sebagai suatu karya yang memainkan peran penting berkaitan dengan perkembangan kreativitas yang dimaksud. Bahkan Roy Disney dkk tidak pernah mengesampingkan konsep dasar yang diinisiasi oleh Walt Disney.

Setiap hal yang terjadi pada bangsa ini adalah hal penting yang turut membentuk karakter dan citra bangsa. Bukalah mata dan hati untuk Indonesia. Berita yang diangkat baik di media cetak maupun elektronik saat ini memang membosankan. Tapi itulah yang mencerminkan bangsa kita saat ini.

Selingan : kemaren gue nonton berita tentang pembajakan kereta api. Salah satu potongan kalimat penyiar berita tersebut "Pelaku menginginkan agar masinis membawa kereta melalui jalur yang diinginkannya". Gue cuma bisa melongo. Karena setau gue sekalipun ada yang nyanyi "mau dibawa kemana kereta ini?" pasti jawabannya "ya gak kemana2. lha wong jalurnya udah pasti kok. apanya yang mau dibajak? -__-). Apakah yang gue pikirin salah? Mohon pencerahan.

Mari berbuat sesuatu tanpa mengesampingkan konsep dasar yang telah dicanangkan.

Bagian 4.
Fantasia 2000 adalah suatu pencapaian yang luar biasa dari segi animasi, suara, teknologi dan sebagainya. Fantasia mungkin adalah realisasi yang paling mendekati imajinasi Walt Disney 71 tahun yang lalu. Tapi saya yakin, Disney akan terus berkarya dan berkembang dengan kreativitasnya.

Perhatikan kata2 Roy Disney, "now, on behalf of the whole family of Disney animators, past and present.."

Bahkan Roy Disney berterima kasih bagi para animator Disney di masa lalu yang bahkan tidak ikut serta menggoreskan pensilnya dalam karya2 yang ada dalam Fantasia 2000. Karena dia tau, tanpa animator2 sebelumnya, takkan ada Donal Bebek, Miki Tikus (dan sebagainya) yang muncul dalam Fantasia 2000. Mereka adalah suatu keluarga, keluarga yang besar.

Menurut salah satu temen gue yang kuliah Filsafat, 66 tahun adalah usia yang masih sangat belia untuk sebuah negara. "Eropa dan Amerika butuh beratus2 tahun untuk jadi seperti sekarang. Mereka pun telah melalui masa2 kelam dan berdarah. Masih ada banyak hal yang menanti Indonesia di depan sana". Yaa..gue sih gak mempelajari sejarah sedalam itu, tapi secara umum, kalimatnya bener. Hanya saja, untuk menghadapi itu semua, butuh dukungan penuh oleh seluruh bangsa Indonesia. Sebuah ungkapan yang jujur diutarakan dalam film License to Wed "Is that what you're gonna do when life gets difficult? You're just gonna quit? I need to be able to count on you".
Mari tumbuhkan kepercayaan satu terhadap yang lain di negeri ini. Karena kita adalah keluarga, sebuah bangsa.


Huff..tadinya gue cuma mau nulis status "Fantasia 2000, does anybody in my age still remember this movie?" ehh..keterusan. Hehe..ya sudahlah. Intinya sih, gue habis nonton film kartun.



Selamat Hari Minggu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar